6 Manfaat Lada bagi Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan

wordpress

Lada atau merica merupakan rempah yang umum digunakan dalam masakan. Namun, manfaat lada tak terbatas untuk melezatkan hidangan saja, tetapi juga baik untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa saja manfaat lada bagi kesehatan?

Tumbuhan yang bernama latin Piper nigrum ini banyak tumbuh di negara-negara Asia. Lada terbagi atas 2 jenis, yaitu lada hitam dan lada putih. Keduanya berasal dari tanaman yang sama dan melalui proses pengeringan. Bedanya, lada hitam berasal dari buah mentah, sedangkan lada putih berasal dari buah yang matang.

Lada mengandung zat kimia yang disebut piperin. Piperin inilah yang diduga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti mengurangi rasa sakit dan peradangan, serta membantu mengatasi diare, malaria, dan sakit perut.

Kandungan Nutrisi Lada

Dalam 1 sendok teh atau sekitar 2,5 gram lada bubuk, terkandung sekitar 7 kalori dan beberapa nutrisi penting, seperti:

  • 0,2 gram protein
  • 0,5 gram serat
  • 10 miligram kalsium
  • 0,2 miligram zat besi
  • 4 miligram magnesium
  • 3,5 miligram fosfor
  • 31 miligram kalium

Rempah ini juga mengandung beragam vitamin, termasuk vitamin A, B1, B2, B6, dan K, serta senyawa antioksidan, antibakteri, dan antiperadangan.

Berbagai Manfaat Lada untuk Kesehatan

Berkat nutrisinya yang melimpah, lada sering kali digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan tertentu. Berikut ini adalah berbagai manfaat lada bagi kesehatan:

1. Meredakan hidung tersumbat

Manfaat lada diketahui dapat meredakan hidung tersumbat, karena mengandung dekongestan alami. Dekongestan ini bekerja dengan cara mengencerkan penumpukan lendir di saluran pernapasan, sehingga Anda bisa kembali bernapas dengan lega.

Anda bisa mencampurkan lada dalam hidangan berkuah hangat, seperti sup ayam, untuk mendapatkan manfaat ini.

2. Mencegah kerusakan sel

Kandungan antioksidan yang tinggi pada lada berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Paparan radikal bebas merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini, penyakit jantung, dan kanker.

3. Menghambat pertumbuhan bakteri

Salah satu manfaat lada adalah sebagai antibakteri alami. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sifat antibakteri dalam lada terlihat mampu menghambat pertumbuhan beragam jenis bakteri penyebab infeksi (patogen), seperti E. coli, Listeria, Salmonella, dan Staphylococcus.

Selain dapat mencegah berbagai penyakit dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, manfaat lada juga dapat digunakan sebagai pengawet alami makanan.

4. Membantu mencegah dan mengatasi gangguan pencernaan

Beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan zat piperin dalam lada dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dalam tubuh, mendukung produksi enzim pencernaan, menjaga kesehatan saluran pencernaan, dan mencegah serta membantu mengatasi diare.

Lada juga bermanfaat sebagai prebiotik serta mengandung zat yang dapat melemaskan otot-otot di dinding saluran cerna, sehingga baik untuk meringankan nyeri perut dan perut kembung.

Selain itu, manfaat lada juga diketahui dapat membantu mencegah gangguan lambung. Hal ini karena lada memiliki efek antiradang dan antibakteri yang ampuh dalam menghambat pertumbuhan H. pylori, yakni bakteri penyebab tukak lambung.

5. Meredakan nyeri

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lada memiliki senyawa yang bersifat antiperadangan. Penelitian pun menunjukkan bahwa lada memiliki manfaat sebagai pereda nyeri alami.

Berkat kandungan zat tersebut, lada baik dikonsumsi untuk membantu meringankan nyeri dan mengatasi peradangan, misalnya radang sendi (osteoarthritis), nyeri kepala, dan sakit gigi.

6. Mengontrol kadar gula darah

Piperin dalam lada diduga mampu mencegah diabetes tipe 2. Hal ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa piperin dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah, serta meningkatkan sensitivitas insulin.

Kendati demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas lada dalam mengontrol kadar gula darah.

Karena kandungan nutrisi yang melimpah, manfaat lada bagi kesehatan tak perlu diragukan. Namun, pastikan Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsinya karena piperin dalam lada diketahui dapat menyebabkan mual, sakit kepala, batuk, dan jantung berdebar. Selain itu, hentikan konsumsi lada jika muncul reaksi alergi pada tubuh Anda.

Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan lada untuk tujuan pengobatan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.