7 Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan

wordpress
Manfaat kayu secang sebagai salah satu obat tradisional sudah dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia. Tanaman yang kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu ini tidak hanya dapat menghangatkan tubuh, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kayu secang (Caesalpinia sappan) sudah lama diolah sebagai bahan minuman herbal yang dicampur aneka rempah atau dikenal dengan sebutan wedang uwuh. Batang kayu secang terlebih dahulu diserut dan dijemur agar dapat digunakan sebagai bahan minuman.

Umumnya, minuman berbahan serutan kayu secang dinikmati dengan cara diseduh menggunakan air hangat. Kayu secang juga tersedia dalam bentuk ekstrak atau suplemen.

Berbagai Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan

Beragam senyawa yang terdapat pada kayu secang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:

1. Mengatasi peradangan dan nyeri

Kayu secang memiliki kandungan senyawa yang dapat meredakan peradangan. Beberapa riset juga menunjukkan bahwa ekstrak kayu secang bermanfaat untuk meredakan nyeri, misalnya karena radang sendi dan nyeri otot.

Meski demikian, efektivitas manfaat kayu secang sebagai obat herba untuk mengatasi penyakit akibat peradangan masih perlu diteliti lebih lanjut.

2. Membasmi bakteri

Salah satu manfaat kayu secang adalah untuk membasmi dan mencegah pertumbuhan bakteri. Kandungan senyawa antibakteri pada kayu secang diketahui dapat membasmi bakteri penyebab infeksi, misalnya bakteri SalmonellaStreptococcus, dan E. coli.

3. Mengatasi jerawat

Salah satu faktor penyebab timbulnya jerawat adalah infeksi bakteri Propionibacterium acnes dan peradangan di kulit. Kayu secang mengandung senyawa brazilin yang bersifat antibakteri, sehingga dianggap dapat mengobati jerawat dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat.

Selain itu, kayu secang juga mengandung zat yang bersifat antiinflamasi atau antiradang sehingga dapat mengobati jerawat. Untuk mendapatkan manfaat kayu secang ini, Anda bisa menggunakan rendaman air secang untuk membasuh wajah yang sedang berjerawat.

Namun, jika jerawat tidak kunjung sembuh, Anda tetap disarankan untuk  berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan pengobatan jerawat yang tepat.

4. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Kayu secang mengandung zat yang bersifat antioksidan dan antikanker. Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak kayu secang yang mengandung kedua zat tersebut dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, misalnya kanker payudara.

Meski demikian, efektivitas manfaat kayu secang sebagai pengobatan kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Oleh karena itu, untuk menurunkan risiko terjadinya kanker, Anda tetap disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, mengurangi stres, dan berolahraga secara teratur.

5. Menghentikan diare

Secara tradisional, kayu secang sudah cukup banyak dimanfaatkan sebagai obat diare. Tanaman ini kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu untuk mengatasi gangguan pencernaan tersebut.

Hal ini didukung oleh beberapa studi yang menyebutkan bahwa kayu secang mengandung zat antibakteri, sehingga dapat membasmi bakteri penyebab diare.

Selain itu, orang yang sedang diare juga dapat mengonsumsi teh herbal atau jamu yang diolah dari kayu secang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya agar terhindar dari dehidrasi.

Sayangnya, secara klinis, manfaat kayu secang sebagai obat diare masih perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, bila diare yang Anda alami tidak kunjung sembuh, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

6. Mencegah kerusakan sel

Kayu secang merupakan salah satu tanaman herba yang mengandung antioksidan, seperti flavonoid, polifenol, dan brazilin.

Kandungan antioksidan tersebut terlihat dapat mencegah kerusakan sel-sel tubuh akibat efek radikal bebas. Antioksidan juga diketahui berperan dalam menurunkan risiko terjadinya penyakit tertentu, misalnya diabetes tipe 2 dan kanker.

7. Menurunkan dan mengontrol gula darah

Ada suatu penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi air rebusan kayu secang terlihat bermanfaat untuk menurunkan dan mengontrol kadar gula darah. Efek ini baik untuk mencegah terjadinya resistensi insulin dan menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes tipe 2.

Namun, hingga saat ini, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas manfaat kayu secang sebagai obat penurun gula darah.

Tak hanya berbagai manfaat di atas, kayu secang juga diyakini bermanfaat untuk memelihara kesehatan dan fungsi hati, mengontrol tekanan darah, mengatasi radang gusi, dan mencegah kerusakan sel saraf. Meski demikian, berbagai klaim manfaat kayu secang tersebut juga masih perlu dikaji lebih lanjut.

Kayu secang secara umum dapat dikonsumsi sebagai jamu atau teh herbal, tetapi usahakan untuk tidak mengonsumsinya bersamaan dengan obat-obatan guna mencegah terjadinya efek interaksi obat.

Selain itu, jika Anda hendak mengonsumsi kayu secang sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.