Mantap! Kuota Belajar Cair Lagi Sampai 3 Bulan ke Depan

wordpress
Herdi Alif Al Hikam – detikFinance
Senin, 01 Mar 2021 13:49 WIB
Jakarta – Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengumumkan bahwa program bantuan kuota belajar 2021 akan kembali mulai disalurkan per bulan Maret ini. Kuota belajar akan disalurkan hingga 3 bulan ke depan.
Adapun kuota belajar tiap bulannya akan diberikan setiap tanggal 11 hingga 15. Bantuan kuota ini akan berlaku selama 30 hari alias sebulan.
“Kami akan melanjutkan kebijakan kuota ini selama 3 bulan ke depan. Mulai bulan ini, bulan Maret 2021,” kata Nadiem dalam konferensi pers virtual via YouTube, Senin (1/3/2021).
Namun, Nadiem mengungkapkan ada sedikit perbedaan dalam program bantuan kuota belajar 2021. Bila dibandingkan dengan bantuan kuota di tahun 2020 lalu, tahun ini kuota yang diberikan lebih kecil.
“Tapi ada sedikit perbedaan, karena kami dengar banyak masukan dari masyaralat untuk meningkatkan fleksibilitas kuota internet. Kami akan berikan kuota belajar dengan giga yang lebih kecil dari kuota belajar sebelumnya. Tapi ini kuota umum, jadi semua akses ke seluruh laman dan aplikasi kecuali aplikasi yang diblokir bisa dilakukan,” papar Nadiem.
Bantuan yang akan diberikan sebesar 7 GB per bulan untuk peserta didik jenjang PAUD, kemudian 10 GB per bulan untuk peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Kemudian, bagi pendidik atau guru PAUD, jenjang dasar, dan menengah akan mendapatkan kuota belajar 2021 sebesar 12 GB per bulan. Terakhir, untuk dosen dan mahasiswa mendapatkan bantuan kuota belajar sebesar 15 GB per bulan.
Tahun lalu pemberian bantuan kuota belajar memang dibagi dua, yaitu kuota umum bisa digunakan untuk mengakses semua situs dan aplikasi, dan kuota pembelajaran yang hanya bisa digunakan untuk situs dan aplikasi yang telah ditentukan Kemendikbud.
Nadiem mencontohkan kuota yang kali ini disalurkan bisa lebih banyak digunakan untuk mengakses YouTube. Dia mengatakan banyak mendapatkan laporan materi pembelajaran diunggah di YouTube.
“Karena kuota umum, maka YouTube bisa masuk ke dalam sini, karena banyak materi pembelajaran masuk di YouTube juga. Jadi, walaupun volume lebih kecil, tapi ini lebih fleksibel,” kata Nadiem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.